Langsung ke konten utama

Tidak Memenuhi Syarat, Disdik Aceh Besar Kembalikan 137 Berkas Guru Kontrak Unisef


Pesan Rakyat-Aceh Besar, Sedikitnya 137 buah berkas Guru Honor Unisef tahun 2005  akan di kembalikan Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar kepada  masing-masing Guru bersangkutan, dikarnakan angka Bakti tidak memenuhi kriterian surat  Edaran Mentri pemberdayaan aparatur Negara (menpan) RI tahun 2010, maka berkas tersebut tidak dapat di ajukan ke Pusat.

Hal ini, diungkapkan Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Aceh Besar Drs. Bachtiar Yunus, kepada media Pesan rakyat  melalui saluran telpon (Hp) 8/12/2010.

Lebih lanjut, Bachtiar mengatakan, sebenarnya edaran Menpan tahun 2010 tersebut, diperuntukkan kepada sejumlah  Guru Honor yang mengantongi  Surat Keterangan (SK) Dinas terkait januari 2005,  yang  masih tersisa pasca pemutihan yang dilakukan pemerintah RI tahun 2007 lalu.

” edaran Menpan tahun ini, sebenarnya hanya untuk Guru Tenaga Honor SK Dinas januari 2005,” terang nya

Sedangkan sebanyak 137 dari 142  buah berkas Guru  honor  yang masuk kedinas tersebut , adalah berstatus  Honor SK  Dinas Juni 2005, sehingga ke 137 buah tersebut terpaksa ditolak .
Namun   5 buah berkas diantanyar telah di telusuri dinas terkait ke Menpan Karena  terbukti memilki  SK dinas sebagaimana yang di minta dalam Edaran tersebut.

“ hanya 5 orang yang dapat diterima sesuai dengan prosedur dan telah kita kirim ke pusat,” kata Bachtiar.

Ungkapan tersebut  merupakan Responsif  Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, terhadap demo damai yang di lancarkan 142 orang Guru tenaga Kontrak Unisef,kemarin (8/12/2010) di gedung DPRK Aceh Besar, dan akhirnya berbuntut ke Kontor Dinas setempat, sebagaimana yang diberitakan sebelumnya media ini.

Pengembalian 137 berkas Guru tenaga Kontrak Unisef  ini, dari Dinas pendidikan Aceh Besar,  Setelah sempat mengendap diam selama hampir 4 bulan terakhir ini, dibenarkan ketua aksi demontrasi damai tersebut, Munadi Spdi, Mpdi.

Kepada wartawan Munadi mengatakan, pihaknya akan menarik sejumlah berkas tersebut, karena upaya pengajuan sebelumnya bukanlah atas permintaan dinas , melainkan  desakan Pihaknya semata,  Munadi  juga mengakui  kalau  berkas tersebut tidak memenuhi Kriteria Edaran Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan 2010) .

“ benar berkas itu akan kami tarik kembali, guna melengkapi dan kami akui  SK Honor kami tidak sesuai dengan persyaratan  Edaran Menpan,”  Ujar Munadi kepada wartawan yang di temui usai audiensi dengan Kepala Dinas terkait sore kemarin di lingkungan Kantor Disdik Aceh Besar di  Kota Jantho. (PR/dln)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puluhan Ribu Pengguna Face Book,Kutuk Pelaku dan Pemilik FB “ Hina Nabi Muhammad”

(Pesan Rakyat) Aceh,   Sedikitnya 14325   pengguna   Jaringan sosial jenis Face Book, mengutuk   Keras   salah satu pengguna   FB   yang mencantumkan tulisan didindingnya, berisikan pelecehan terhadap Rasullullah (Nabi Muhammad.SAW). Face book yang beralamat email renna-angela@yahoo.com ini,     telah meng update   tulisan berbentuk makian dan penghinaan   atas Nabi   Muhammad SAW, sedikitnya empat kali berturut-turut,   dalam kurun waktu   3 hari sejak tanggal 29 hingga 31 Desember 2010. Yaitu Tanggal 23 Desember 2010 jam 9:05 dengan tulisan ”   gw kangen kontolnya mamad kontolnya segede batang kaktus, “   dan tiga   up date lainnya, tanggal 29 Desember 2010   sebanyak dua kali    yaitu sekira   jam 9:14   dan jam   9:17 , terakhir   tanggal 31 Desember 2010 jam 16:26 . Dengan tulisan yang lebih panjang.   “ muhamad p...

Putri Bupati Diresepsi , 17 Ribu Tamu Jajaki Kota Jantho

Pesan Rakyat -Aceh Besar , Diperkirakan   sekitar 17000 jiwa lebih Masyarakat Aceh akan penuhi   lingkungan Kota Jantho hari ini (selasa 11/1/11), dimana 15000 jiwa, pengunjung merupakan para undangan resmi keluarga   Bupati Aceh Besar Dr.Tgk.H .Bukhari Daud,ME.d, sedangkan 2000 lain nya yang terdiri dari elemen masyarakat Aceh Besar dan sejumlah pegawai di jajaran Pemdakab setempat. Kegiatan kenduri   hudep (pesta-read) ini, adalah peresmian atas perkawinan dua putri Bupati Aceh Besar, yakni   Nada Riska,MSc dan Ade Nanda Alfitrah, dengan mempelai laki-laki yaitu,Oka Mardian.SPi dan Dr. Taufik Wahyudi Mahadi,SP.Og, yang berlangsung di lingkungan Pendopo Bupati Aceh besar di Kota jantho. Resepsi sekaligus acara terbesar yang pernah di gelar di kota Jantho   ini,merupakan satu-satunya kegiatan   pribadi   pimpinan Daerah   (Bupati) yang di gelar di Rumah dinas(Pendopo), dengan tujuan   untuk saling...

Makan Kue Ilegal Sepasang Pelanggar Syariat di Eksekusi

Pesan Rakyat-Aceh Besar,  Akibat menikmati  Kue Ilegal (makanan Haram-read) sepasang anak manusia berbeda Kabupaten di Eksekusi Oleh Penegak Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar , yang  berlangsung siang tadi usai Salat jumat di Lingkungan Mesjid Agung Al-Munawarah kota jantho. Pria  Asal Aceh jaya dan Wanita  asal Aceh Besar ini,  harus menerima Hukuman Cambuk  masing-masing sebanyak 8 kali  dari algojo, disebabkan  keduanya terlibat melakukan meusum , pada jumat malam tanggal 22 Oktober 2010  sekira jam 20.00 wib, di lereng perbukitan desa Tanoh Anoe kecamatan Lhong Kabupaten Aceh Besar. Sehingga kedua insan  yang telah  masing-masing berkeluarga tersebut dinyatakan melanggar Qanun Nanggroe Aceh Darussalam(NAD) nomor 14 tahun 2003, tentang pelanggaran  Syariat islam Meusum ,dengan ancaman hukuman 8 kali cambuk rotan di hadapan umum. Eksekusi yang di awali oleh tersangka  wanita...

BEM FH Unmuha Aceh dan La-QUHP Gelar Seminar Tentang Kinerja Kepolisian di Aceh

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bekerjasama dengan Lembaga Analisis Qanun Hukum dan Perundang-undangan (La-QUHP) Aceh menggelar seminar tentang kinerja kepolisian di Aceh, Kamis (30/5). Seratusan peserta memadati area seminar. “Tujuan pelaksanaan seminar untuk mengupayakan transformasi pemahaman terhadap peran kepolisian dalam penegakan hukum dan ketertibam masyarakat,” kata Ketua Panitia, Mikyal Bulqiah, didampingi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unmuha, Novrizal Juanda, di Kampus Unmuha Aceh.

Terlibat Meusum, OKnum Polisi Di Sinabang Dihukum, Sipil di DPO

Simeulue -Inilah, muka oknum polisi berinensial  AZ dan SE, keduanya pelaku Meusum dengan salah seorang wanita  diluar nikah di Kabupaten Simeulue 3 juli lalu, sedangkan seorang lainnya warga sipil berinensial IA, hingga berita ini ditrbitkan masih berstatus DPO Polres Sinabang. Kompol Danu Windarto, yang bertindak sebagai ketua dalam sidang disiplin yang di gelar di Mapolres Simnabang Kabuapten Simeulue (20/7). Memutuskan Kedua Oknum Polisi Berpangkat Brigadir itu, di jerat dengan Peraturan Dsiplin Anggota Polri, Pasal 5 huruf a, PP nomor 2 tahun 2003, Dengan Ancaman  Hukuman  penjara  selama 21 hari.  Serta penahanan Pangkat selama 1 priode (6 bulan), serta kedua polisi itu juga akan di ganjar dengan sanksi di mutasikan, ke Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur. Keputusan ini lebih ringan dari pada tuntutan sebelumnya berjumlah 5 tuntutan, penundaan gaji  dan pangkat selama setahun ditolak. Berdasarkan keterangan dari Kapolre...

9 TAHUN KABUPATEN ACEH JAYA BERUSIA

Jalan Lingkar Lingkungan Pemkab Aceh Jaya Positif   Jadi Arena Balap Motor  Pesan Rakyat-Aceh Jaya,  Jalan Lingkar di lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya Desa Kuala Meurisi Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, Resmi ditetapkan sebagai arena Sirkuit Kejuaraan Balap Motor,  baik di ajang  Kejuaraan Daerah (Kerda)  maupun Nasional. Hai itu dikatakan  keordinator  Wilayah (Korwil) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh  Kabupaten Aceh Jaya Ulem Fahlevi, sore tadi di Lingkungan Kantor Pemkab Setempat. Menurut Ulem, lintas Jalan lingkar komplek Kantor Pemda Aceh Jaya, telah memenuhi standar Naional untuk ajang balap motor, karena memiliki lintas hingga 1,2 KM, sedangkan terkait tikungan yang dianggap masih kurang kemiringan  akan di perbaiki kembali. ” jalur ini sudah sesuai standar Nasional, hanya Saja  tikungannya  yang masih perlu perbaikan,”  kata Ulem Fahl...